Ruang Lingkup Antropologi

1. Antropologi Fisik 
Pertanyaan yang mengusik kita semua terutama para ilmuan sosial dan para antropolog adalah bagaimana asal usul munculnya manusia dan perkembanganya kemudian (paleo-antroplogy), dan apa sebabnya, dan bagaimana manusia masa sekarang memiliki perbedaan ciri-ciri fisik, yang meliputi perbedaan struktur tubuh (tingi pendek), warna kulit (hitam, putih, kuning dan coklat) serta bentuk dan warna rambut (kejur dan keriting, hitam dan coklat kemerah-merahan) (Variasi atau antroplogi fisik) (Ihromi 2006: 5). 
Manusia secara fisik atau ditinjau dari aspek biologisnya meliputi asal usulnya, perkembangan evolusi organic, dan struktur tubuh yang dinamakan ras. Antroplogi fisik memfokuskan perhatian pada manusia dalam bidang perkembangan secara biologi. (Harsoyo. 1999: 4). a. Kajian untuk menjelaskan manusia awal yang kini sudah punah dan hubungan manusia dengan mahluk lain dalam variasi keturunanya. (Paleontologi primat). b. Proses perubahan manusia dari tipe lain yang bekembang menjadi jenis manusia (evolusi manusia). c. Mengkaji tentang teknik-teknik pengukuran tubuh manusia untuk membedakan struktur anatomi antara suatu ras manusia dengan ras manusia lainya. (antropomentri). d. Studi tentang verietes (ragam) manusia yang masih hidup dan tentang perbedaan seks dan variasi individu (samatologi). e. Kajian tentang penggolongan manusia dalam kelompok ras, sejarah ras dan pencampuran ras (Antropologi rasial). 
2. Antropologi Budaya 
Kalau antropologi fisik menyoroti kajianya pada manusia secara jasmaniah atau dari wujud manusia yang nampak terlihat, maka antropologi budaya mengkaji manusia dan hasil kerja struktur organ tubunya baik yang bersifat materil maupun yang bersifat non materil. Yang bersifat materil berupa benda karya ciptannya, sedangkan non materil berupa, gagasan, ide, pemikiran dan relasi sosial yang ditumbuh-kembangkannya. 
Optimalisasi kerja tubuh manusia dalam bidang kebudayaan menghasilkan sekurang-kurangnya tiga bidang, yaitu bidang penyebaran bahasa, bidang penyebaran kebudyaan dan bidang kebudayaan etnik/local. Dengan demikian antropologi budaya merupakan cabang besar (utama) dalam antropologi yang menyelidiki kebudayaan pada umumnya dan bermacam kebudayaan di seluruh dunia. Kajian antropologi ditujukan untuk memahami bagiamana manusia mampu berkebudayaan dan mengembangkan kebudayaanya sepanjang zaman. 
Yaitu bagaimana manusia dengan akalnya mengembngkan stuktur berfikir dengan belajar dari berbagai pengalaman yang dilalui, dan berhasil mengubah lingkugan alam sekitar melalui suatu proses yang berlangsung sepanjang hidupnya (Harsoyo. 1999: 6). 
Antropologi budaya dapat dibagi menjadi empat macam bidang kajian yaitu Arkelologi, Antroplogogi linguistik, etnologi dan antrpologi kepribadian. Ke-empat bidang kajian ini walaupun memiliki obyek yang secara khusus terpisah antara satu dengan yang lain, akan tetapi kesemuanya dapat digunakan oleh antropologi untuk memahami dan menganalisis data yang dapat menggambarkan tentang keudayaan manusia yang berbeda-beda di berbagai tempat, dan bagaimana manusia dapat memajukan kebudayaanya. 

Komentar