Apa itu Etnologi?
Perbedaan arkeologi dengan etnologi adalah jika arkeolologi memfokuskan
kajianya pada kebudayaan masa lalu bahkan ribuan tahun silam, serta benda-benda
peniggalan manusia zaman dulu itu untuk mendeskripsi keadaan kebudayaanya, maka
etnologi melakukan studi terhadap kebudayaan masa kini yang sedang dijalani oleh
masyarakatnya, lebih khusus lagi terhadap tindakannya sehari-hari baik sebagai
individu maupun sebagai kelompok, sebagaimana yang dapat disaksikan, dialami,
dipertanyakan dan didiskusikan dengan masyarakat pemilik kebudayaanya tersebut.
(Haviland. 1999: 17).
Seorang etnolog dalam kajiannya mengenai suatu kebudayaan
mengggunakan metode etnografi, yaitu menentukan kebudayaan suatu suku bangsa
untuk diamati, mengobservasi dan melihat secara langsung berbagai peristiwa yang
terjadi dalam masyarakat tersebut, malah ikut serta berpartisipasi untuk bisa
merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat setempat. Kemudian menyusun suatu
rangkaian penjelasan dan menghubungkan dengan peristiwa-peristiwa lainya, langkah
selanjunya adalah menanyakan mengenai makna-makna setiap tindakan kebudayaan
tersebut, baik berupa ekspresi, benda yang dihasilakn, maupun mitos-mitos yang
berkaitan dengan kebudayaan suku bangsa tersebut. (Uraian lebih lanjut dapat dilihat
pada bab Etnografi).
Dengan kata lain etnografer adalah arkeolog yang mengamati
arkeloginya yang hidup.
Menurut Koentjaraningrat (2009: 10-11) bidang kajian antropologi secara
keseluruhan mencakup:
a. Masalah sejarah asal usul perkembangan manusia (evolusinya secara
biologis).
b. Masalah proses terjadinya beragam mahluk manusia, dipandang dari ciri-ciri
bentuk tubuhnya.
c. Masalah ragam bahasa yang dihasilkan dan disebarkan ke seluruh dunia.
d. Masalah proses lahirnya kebudayaan dan perkembanganya ke seluruh dunia
e. Masalah asas-asas kebudayaan etnik yang dimilki oleh setiap kelompok suku
bangsa manusia di seluruh dunia.
Komentar
Posting Komentar