Apa itu Arkeologi?
Arkeologi atau ilmu kepurbakalaan berasal
dari bahasa Yunani, archaeo yang berarti "kuno" dan logos,
"ilmu". Nama alternatif arkeologi adalah ilmu sejarah kebudayaan
material. Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan masa lalu melalui
kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan.
Cabang ilmu antropologi Budaya yang memepelajari
benda-benda peninggalan manusia dengan tujuan untuk menjelaskan bagaimana suatu
kelompok manusia itu melaksanakan aktivitasnya di masa lalu serta benda-benda
peninggalan yang bisa merekontruksi atau menggambarkan kepada kita kehidupan
manusia dan kebudayaanya di zaman lampau itu, agar bisa menghubungkan dengan
kehidupan manusia di zaman kini dan seterusnya (Haviland. 1999:14). Karena
manusia masa lalu (pra sejarah) tidak menggunakan sumber tertulis untuk menggambarkan
keadaan pada zamanya, sehingga salah satu petunjuk yang menjadi alat bantu
untuk memahami kehidupan manusia masa lalu adalah dengan jalan menemukan
alatperalatan hidup yang dipakai.
Arkeologi yang merupakan ilmu bantu dalam bidag
antropologi bisa menemukan karya manusia masa lampau seperti Piramid di Mesir,
sisa-sia bendungan peninggalan Ratu Balqis di zaman pemerintahan Nabi Sulaiman
(6 SM), Candi Borobudur dan Prambanan di Indonesia, Tembok yang panjangnya
seribu kilometer di negeri Tiongkok. Benda berupa peralatan hidup manusia
seperti cangkul, pisau, kapak, piringan dan lain sebagainya. Suatu hal penting
dari temuan arkeologi tersebut adalah apakah bangunan dengan teknik arsitektur
yang begitu mengagumkan pada masa lalau seperti yang terdapat pada struktur
Piramida di Mesir dirancang oleh orang masih yang masih perimitiv ?. Terlebih
bangunan yang menyimpan mumi Dinasti Firaun yang berkuasa pada abad ke 12 SM
telah ditemukan teknik yang mampu mengawetkan orang mati sehingga dalam rentang
waktu selama kurang lebih 2.200 kemudian mayat yang sudah berusia ribuan tahun
itu masih dapat diobservasi. Kita bisa membandingkan dengan teknik yang dipakai
oleh manusia zaman sekarang untuk mengawetkan mayat dan benda-benda lainya
dengan menggunakan cairan formalin.
Komentar
Posting Komentar